Benarkah Susu Membuat Kita Lebih Tinggi? Menelusuri Fakta dan Mitos Seputar Asupan Kalsium - SetiaOne

Benarkah Susu Membuat Kita Lebih Tinggi? Menelusuri Fakta dan Mitos Seputar Asupan Kalsium

Hai teman-teman, pasti kita sering mendengar kalimat "minum susu biar tinggi" atau "anak-anak perlu minum susu untuk tumbuh tinggi". Tapi, apakah benar susu bisa membuat kita lebih tinggi? Atau itu hanya mitos belaka?

Kita akan membahas tentang susu dan asupan kalsium yang berkaitan dengan pertumbuhan tubuh. Kalsium sendiri merupakan mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membangun tulang dan gigi yang kuat, serta menjaga kesehatan jantung, otot, dan saraf.

Mitos pertama yang harus kita bahas adalah bahwa hanya anak-anak yang perlu minum susu untuk tumbuh tinggi. Padahal, fakta yang sebenarnya adalah bahwa kalsium dan susu juga dibutuhkan oleh orang dewasa untuk menjaga kesehatan tulang. Dalam satu cangkir susu (sekitar 240 mL), terdapat sekitar 300 mg kalsium yang dapat membantu tubuh membangun tulang dan mencegah keropos tulang pada orang dewasa.

Namun, memang benar bahwa pertumbuhan tubuh terutama terjadi pada masa kanak-kanak dan remaja. Kalsium yang cukup pada masa tersebut akan membantu membangun tulang yang kuat dan tahan lama sehingga tinggi badan akan mencapai puncaknya. Jadi, meminum susu pada masa tersebut memang penting untuk membantu tumbuh tinggi. Tapi, minum susu saja tidak menjamin tinggi badan yang ideal karena faktor genetik juga memainkan peran penting dalam tinggi badan seseorang.

Selain susu, kita juga bisa mendapatkan asupan kalsium dari sumber-sumber lain seperti yoghurt, keju, ikan, kacang-kacangan, dan sayuran hijau seperti brokoli dan kangkung. Namun, perlu diingat bahwa kalsium dalam makanan tidak selalu mudah diserap oleh tubuh. Oleh karena itu, susu tetap menjadi sumber kalsium yang paling mudah diserap dan paling banyak mengandung kalsium dibandingkan sumber-sumber kalsium lainnya.

Tidak hanya susu, ternyata ada juga mitos seputar makanan yang bisa membuat kita lebih tinggi. Misalnya, kerap disebutkan bahwa makanan pedas atau makanan yang mengandung banyak protein bisa membuat tubuh tumbuh lebih tinggi. Namun, kenyataannya makanan tersebut tidak memiliki kaitan langsung dengan tinggi badan seseorang.

Mitos lain yang perlu kita bahas adalah bahwa meminum susu sebelum tidur dapat membuat kita bermimpi buruk. Ternyata, tidak ada hubungan antara meminum susu dan mimpi buruk. Bahkan, minum susu sebelum tidur dapat membantu kita tidur nyenyak karena susu mengandung triptofan yang dapat meningkatkan produksi hormon melatonin, yang bertanggung jawab untuk membantu kita tertidur.

Namun, kita harus berhati-hati juga dalam mengonsumsi susu atau produk susu lainnya. Beberapa orang mungkin mengalami intoleransi laktosa atau alergi susu, sehingga meminum susu atau mengonsumsi produk susu dapat menyebabkan gangguan pencernaan, alergi kulit, atau masalah pernapasan. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk mengonsumsi produk susu, sebaiknya periksakan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi.

Selain itu, penting juga untuk memperhatikan jumlah asupan kalsium yang dikonsumsi. Meskipun kalsium sangat penting untuk kesehatan tulang, namun jika dikonsumsi terlalu banyak, bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti batu ginjal, sembelit, atau kelebihan berat badan. Sebaliknya, jika asupan kalsium kurang, bisa menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah.

Oleh karena itu, kita harus memperhatikan keseimbangan asupan kalsium dalam makanan sehari-hari. Disarankan untuk mengonsumsi 1.000 mg kalsium setiap hari untuk orang dewasa, dan 1.300 mg kalsium setiap hari untuk remaja. Dalam satu cangkir susu, sudah terdapat sekitar 300 mg kalsium, sehingga jika kita mengonsumsi dua sampai tiga cangkir susu setiap hari, sudah memenuhi sebagian kebutuhan kalsium harian.

Intinya, susu memang baik untuk kesehatan dan membantu membangun tulang yang kuat. Namun, minum susu saja tidak menjamin tinggi badan yang ideal karena faktor genetik juga memainkan peran penting dalam tinggi badan seseorang. Selain susu, kita juga bisa mendapatkan asupan kalsium dari sumber-sumber makanan lainnya seperti yoghurt, keju, ikan, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Penting untuk memperhatikan keseimbangan asupan kalsium harian dan jika membutuhkan, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi mengenai kebutuhan asupan kalsium kita.

Sumber Artikel : Kompas

Jangan lupa untuk tetap menjaga pola makan yang sehat dan berolahraga secara teratur untuk menjaga kesehatan tulang dan tubuh secara keseluruhan. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu kita memahami fakta dan mitos seputar susu dan asupan kalsium.

Belum ada Komentar untuk "Benarkah Susu Membuat Kita Lebih Tinggi? Menelusuri Fakta dan Mitos Seputar Asupan Kalsium"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel